Tugas Kuliah

ARTIKEL JARKOM I

 

1. Klasifikasi jaringan komputer :

Definisi Jaringan Komputer

Jaringan Komputer adalah interkoneksi untuk saling menghubungkan alat dan sumber daya komputer agar dapat saling bertukar data ataupun informasi, melalui sumber daya Jaringan itu sendiri secara bersamaan.

· LAN (Local Area Network)

Yaitu jaringan di dalam sebuah gedung, kantor atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer yang digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer, printer dalam kantor atau gedung untuk saling bertukar informasi.

lan1


·MAN (Metropolitan Area Network)

Yaitu versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN.

man1

 

 

 

 

 


·

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

WAN (Wide Area Network)

Jangkauan yang mencakup daerah geografis yang luas, dan mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang berguna untuk menjalankan program aplikasi.

wan11

 

 

 


· Internet

Internet merupakan kumpulan jaringan yang terinterkoneksi melalui mesin gateway untuk melakukan terjemahan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya.

inet

 

Secara umum, dan pada praktisnya pada saat ini kita mengenal jaringan ada dua yaitu : LAN dan WAN.

 

 

 

Sumber Gambar: http://www.sabah.gov.my/insan/ebook/gx/man1.jpg

 

2. Konsep Sistem Bilangan (Binary, Decimal, Oktal, Heksadecimal)

 

 

Desimal:

  • Desimal ke Biner yaitu dengan cara membagi bilangan dengan nilai 2 dan sisa pembagian adalah bilangan biner hasil konversi.
  • Desimal ke Oktal yaitu membagi bilangan dengan nilai 8 (basis bilangan oktal) dan sisa pembagian adalah bilangan octal hasil konversi.
  • Desimal ke Heksa Desimal yaitu membagi bilangan dengan nilai 16 (basis bilangan hexa) dan sisa pembagian adalah bilangan octal hasil konversi.

Biner:

  • Biner ke Desimal yaitu dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan position valuenya.
  • Biner ke Oktal yaitu dengan cara mengkonversi tiap 3 bit biner ke Oktal dari kanan ke kiri.
  • Biner ke Heksa Desimal yaitu dengan cara mengkonversi tiap 4 bit biner ke Hexa dari kanan ke kiri.

Oktal:

  • Oktal ke Desimal yaitu dengan cara mengalikan masing-masing digit dalam bilangan octal dengan position valuenya.
  • Oktal ke Biner yaitu dengan cara mengkonversi tiap digit Oktal ke 3 bit biner.
  • Oktal ke Heksa Desimal yaitu dengan cara dengan cara O (Oktal) ke B(Biner) dan B (Biner) ke H (Heksa)

Heksa Desimal:

  • Heksa ke Desimal yaitu dengan cara mengalikan masing-masing digit dalam bilangan hexa dengan position valuenya.
  • Heksa ke Biner yaitu dengan cara mengkonversi tiap digit Hexa ke 4 digit biner.
  • Heksa ke Oktal yaitu dengan cara Dengan cara Heksa ke Biner dan Biner ke Oktal.

 

 

3. IP Addressing

IP (Internet Protocol) merupakan bagian dari TCP / IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol) yang merupakan standar untuk industri antar jaringan komputer pusat.

TCP / IP memungkinkan komunikasi antara semua simpul pada LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network).

TCP / IP dikelompokan sebagai protocol-protocol untuk:

  • E-Mail
  • File Transfer
  • Pencetakan
  • Pelaksanaan Perintah Remote
  • Remote login, dan
  • Maintenance Jaringan

TCP/IP terdiri atas empat protokol yaitu :

1. Layer Aplikasi, yaitu memberikan dan bertanggung jawab terhadap transfer file, message, database, dan print.

2. Layer Transport, yaitu bertanggung jawab memberikan layanan duplex, transport data diantara aplikasi-aplikasi.

3. Layer Internet, yaitu bertanggung jawab untuk memberikan layanan fungsi routing ke node-node akhir.

4. Layer Network, yaitu bertanggung jawab untuk menjembatani komunikasi langsung dengan media-media jaringan.

IP Address merupakan 32 bit dari bilangan biner yang di pisahkan dengan tanda titik yang masing-masing memiliki 8 bit. Masing-masing dari 8 bit ini disebut dengan oktet.

Bentuk dari IP Address contohnya seperti berikut:

xxxxxxxx. xxxxxxxx. xxxxxxxx. xxxxxxxx

IP address biasanya di representasikan ke dalam bilangan decimal.

IP address dipisahkan ke dalam 2 yaitu:

  • Bit Network ID, yaitu identifikasi alamat network
  • Bit Host ID, yaitu identifikasi host dalam sebuah network

Kelas IP Address:

  • Kelas A: Network addressnya dari 0.0.0.0 sampai dengan 127.0.0.0, disini network addressnya tidak bisa di gunakan pada network address pada jaringan.
  • Kelas B: Network addressnya dari 128 sampai dengan 191,
  • Kelas C: Network addressnya dari 192 sampai dengan 223,
  • Kelas D: Network addressnya dimulai dari 4 bit pertama yaitu jika 1110,
  • Kelas E: Network addressnya 4 bit pertama yaitu jika 1111.

Sumber: Referensi

Rahmat Rafiudin; “Konfigurasi Securiti Jaringan Cisco”,

Penerbit ANDI Yogyakarta; “Komunikasi Data”,

Muhamad Taufik, ST, CCNA, CCAI; “Pengenalan Teknologi Jaringan”.

=====================================================================

 

MODEL DAN SIMULASI

Sistem
Sistem adalah sekumpulan obyek yang tergabung dalam suatu interaksi dan inter-dependensiyang teratur. Sistem dibedakan menjadi dua tipe yaitu sistem diskrit dan sistem kontinu.
Komponen sistem:
• Entitas – objek yang sedang diamati dari sistem
• Atribut – identitas dari entitas
• Aktivitas – suatu masa yang mewakili proses suatu entitas
• Status – kumpulan variabel yg dibutuhkan untuk menggambarkan sistem
• Kejadian – Kejadian yg mengubah status sistem

Model
Model merupakan penyederhanaan dari sistem yang akan dipelajari. Model sangat beragam, bisa dalam bentuk ikon, analog atau simbol. Model ikon meniru sistem nyata secara fisik, seperti globe (model dunia), planetarium (model system ruang angkasa), dan lain-lain. Model analog meniru sistem hanya dari perilakunya. Model simbol tidak meniru sistem secara fisik, atau tidak memodelkan perilaku sistem, tapi memodelkan sistem berdasarkan logikanya. Logika bisa bervariasi mulai dari intuisi ke bahasa verbal atau logika matematik. Karena model analisis simulasi harus dapat diimplementasikan pada komputer, maka model simulasi harus eksplisit, yaitu harus sebagai model simbolik paling tidak untuk level aliran logika.

Model simbolik dapat diklasifikasikan menjadi:
1. model preskriptif atau deskriptif. Model preskriptif digunakan untuk mendefinisikan dan mengoptimalkan permasalahan. Model deskriptif menggambarkan sistem berdasarkan perilakunya dan permasalahan optimasi diserahkan keanalisis berikutnya.

2. model diskrit atau kontinu. Pengklasifikasian model menjadi diskrit dan kontinu didasarkan pada variabelnya. Perbedaan paling penting dalam kedua model adalah waktu. Jika revisi terhadap model terjadi secara kontinu berdasarkan waktu, maka model itu diklasifikasikan sebagai model kontinu.

3. model probabilistik atau deterministik. Pembedaan kedua model ini juga didasarkan pada variabel model. Jika ada variabel acak, model kita klasifikasikan sebagai model probabilistik. Jika tidak, model merupakan klasifikasi model deterministik.

4. model statis atau dinamis. Pembedaan kedua model ini juga didasarkan pada variabel model. Jika variabel model berubah sesuai dengan waktu, maka model digolongkan sebagai model
dinamis.

5. model loop terbuka atau tertutup. Pengklasifikasian model kedalam bentuk loop terbuka atau tertutup didasarkan pada struktur model. Pada model terbuka, output dari model tidak menjadi umpan balik untuk memperbaiki input. Sebaliknya adalah model loop tertutup.

Simulasi
Simulasi adalah suatu prosedur kuantitatif, yang menggambarkan sebuah sistem, dengan mengembangkan sebuah model dari sistem tersebut dan melakukan sederetan uji coba untuk memperkirakan perilaku sistem pada kurun waktu tertentu.

Langkah-langkah Model Simulasi:

Formulasikan Masalah & Buat Rencana Pemecahannya
Kumpulkan data dan Definisikan modelnya
Uji Validitas (utk Model)
Buat Program Komputer
Jalankan programnya
Uji Validitas
Rancang Percobaan
Jalankan Produksi
Analisis Data Output
Penyimpanan hasil dan Program yang dipakai

Referensi : http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-and-information/computer-system-s1/simulasi-dan-pemodelan/sistem-model-dan-simulasi

Model fisik vs Model Matematis.

Model fisik mengambil dari sebagian sifat fisik dari hal-hal yang diwakilinya, sehingga menyerupai sistem yang sebenarnya namun dalam skala yang berbeda. Walaupun jarang dipakai, model ini cukup berguna dalam rekayasa sistem. Dalam penelitian, model matematis lebih sering dipakai jika dibandingkan dengan model fisik. Pada model matematis, sistem direpresentasikan sebagai hubungan logika dan hubungan kuantitatif untuk kemudian dimanipulasi supaya dapat dilihat bagaimana sistem bereaksi.


Referensi : http://veriawan.blog.uns.ac.id/

Tujuan
Agar dapat memahami tentang suatu teknik meniru operasi-operasi atau proses- proses yang terjadi dalam suatu sistem dengan bantuan perangkat komputer.

Contoh Model & Simulasi

Contoh input dalam bidang penerbangan ( pesawat F-16 )

F-16 Simulator Software
Pendahuluan
Software Simulator F-16 merupakan program komputer yang mensimulasikan gerak pesawat tempur F-16 dan menyajikannya dalam grafik 3 Dimensi (3D) dalam dunia maya (Virtual Reality). Program simulator ini dibuat dengan menggunakan MATLAB/Simulink yang merupakan software matematika dan pemrograman yang sangat handal untuk keperluan keteknikan (engineering) dan sangat banyak digunakan di dunia, baik di lingkungan pendidikan maupun industri. Software MATLAB yang digunakan disini adalah MATLAB 7.0.
Persamaan gerak yang digunakan dalam simulator F-16 ini terdiri atas dua bentuk, yaitu bentuk linear dan nonlinear. Bentuk linear yang digunakan merupakan persamaan gerak lengkap yang disarikan dari Richard Russell [1] berdasarkan model matematika pesawat F-16 yang tersaji dalam buku Stevens dan Lewis [2]. Dalam simulator F-16 ini persamaan gerak yang dipakai adalah model low-fidelity, yaitu model gerak tanpa menggunakan leading-edge flap (LEF). Sedangkan bentuk nonlinear akan digunakan untuk modus pilot (game) yang akan dijelaskan lebih rinci pada bagian selanjutnya.
Arsitektur Program
Inti dari Simulator F-16 adalah persamaan gerak lengkap pesawat udara. Persamaan ini merupakan sebuah himpunan persamaan diferensial orde dua yang nonlinear. Untuk mendapatkan parameter terbang dari pesawat, maka persamaan diferensial ini diintegrasikan secara numerik. Selanjutnya hasil dari integrasi ini disajikan dalam grafik tiga dimensi dalam dunia maya (virtual reality).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: